Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM di Desa Batakan: Penerapan Keilmuan dalam Kajian Sosial Ekonomi Pesisir

pl sep

Tanah Laut — Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada 16–17 Oktober 2025 di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum pembelajaran yang menekankan pada keseimbangan antara teori dan praktik di lapangan, guna mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten dan siap terjun di dunia kerja, khususnya dalam bidang sosial ekonomi perikanan.

Desa Batakan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena memiliki potensi yang besar dalam bidang perikanan tangkap, budidaya, dan pengolahan hasil perikanan, serta berkembang menjadi kawasan wisata pesisir unggulan di Kalimantan Selatan melalui destinasi Pantai Batakan Baru. Kombinasi antara potensi perikanan dan sektor pariwisata menjadikan desa ini lokasi yang strategis bagi mahasiswa untuk mempelajari keterkaitan antara sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang saling mempengaruhi dalam pembangunan wilayah pesisir.

Kegiatan praktik lapang ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan dengan didampingi oleh dosen-dosen pembimbing, antara lain Prof. Dr. Ir. H. Idianor Mahyudin, M.Si., Prof. Dr. Hj. Emmy Sri Mahreda, MP., Prof. Dr. Hj. Emmy Lilimantik, S.Pi., MP., Dr. Hj. Erma Agusliani, S.Pi., MP., serta Koordinator Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Bapak M. Adnan Zain, S.Pi., MP. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta di kampus FPIK ULM, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan di Desa Batakan. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Kepala Desa Batakan, H. Patnur, S.Pd., MM., yang memberikan pengarahan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan mahasiswa.

Selama dua hari, mahasiswa melakukan observasi dan partisipasi langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat nelayan, mulai dari pengumpulan data produksi hasil tangkapan, identifikasi jenis alat tangkap yang digunakan, hingga wawancara dengan pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. Dari hasil pengamatan di lapangan, diketahui bahwa potensi hasil tangkapan di Desa Batakan meliputi ikan kakap, tenggiri, cumi-cumi, ayam-ayam (etong), sarden, dan kerang. Alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat antara lain jermal, pancing, pukat, dan jala. Selain kegiatan penangkapan ikan, masyarakat juga mengelola lahan budidaya perikanan seluas sekitar 10 hektare yang menjadi salah satu sumber ekonomi utama selain pariwisata Pantai Batakan Baru.

Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada aspek teknis perikanan, tetapi juga pada pemahaman mahasiswa terhadap dinamika sosial ekonomi masyarakat pesisir, sistem pemasaran hasil perikanan, serta potensi pengembangan agrowisata berbasis kelautan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa belajar menganalisis kondisi riil yang dihadapi nelayan dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan.

Koordinator Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Bapak M. Adnan Zain, S.Pi., MP., menyampaikan bahwa kegiatan praktik lapang ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran kontekstual yang sangat penting untuk mengasah kemampuan analisis dan pemahaman mahasiswa terhadap realitas lapangan.

“Melalui kegiatan praktik lapang ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori yang telah diperoleh di perkuliahan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir secara nyata. Mereka tidak hanya belajar dari sisi akademis, tetapi juga memahami bagaimana tantangan dan potensi sektor perikanan di lapangan dapat diatasi melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan praktik lapang menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial, kemampuan problem solving, dan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara konsisten karena menjadi wadah yang tepat untuk melatih mahasiswa berpikir kritis, bekerja sama, dan beradaptasi dengan berbagai situasi di masyarakat. Hasil dari praktik lapang ini juga menjadi masukan penting bagi pengembangan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Kegiatan praktik lapang di Desa Batakan berlangsung dengan lancar berkat dukungan aparat desa dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat memberikan pengalaman berharga dalam memahami nilai-nilai gotong royong, kerja keras, dan ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM semakin siap menjadi lulusan yang profesional, adaptif, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan visi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

(humas_fpik)

Blog Attachment
en_USEnglish