Akselerasi Diversifikasi Pangan Bergizi: Dosen THP FPIK ULM Perkenalkan Inovasi ‘Bola-Bola Nasi Ikan’ Melalui Program DWA

thp 2

Tanah Laut – 24, Mei 2026 Guna mendorong peningkatan status gizi masyarakat sekaligus memperluas variasi olahan pangan berbasis perikanan, tim dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui skema program Dosen Wajib Mengabdi (DWA), tim akademisi ini memperkenalkan sebuah inovasi kuliner sehat yang diberi nama “Bola-Bola Nasi Ikan”.

Program DWA ini dirancang sebagai langkah nyata institusi pendidikan dalam merespons kebutuhan masyarakat akan alternatif makanan yang praktis, ekonomis, namun memiliki kandungan nilai gizi yang tinggi. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi serta pelatihan langsung mengenai teknik diversifikasi produk olahan perikanan kepada kelompok masyarakat sasaran.

Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya akan asam lemak esensial seperti Omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan keluarga. Kendati demikian, pola penyajian ikan yang monoton sering kali memicu kejenuhan, terutama pada anak-anak. Hal inilah yang mendasari tim pengabdi dari Prodi THP FPIK ULM untuk merumuskan formula produk yang menarik secara visual dan lezat di lidah.

Produk “Bola-Bola Nasi Ikan” menggabungkan karbohidrat dari nasi dengan keunggulan protein dari daging ikan yang telah diolah sedemikian rupa, kemudian dilapisi tepung roti untuk memberikan tekstur renyah (crispy). Kombinasi ini menjadikannya camilan sekaligus makanan utama yang sangat digemari oleh anak-anak.

Ketua Tim Pengabdi DWA Dosen THP FPIK ULM, Ibu Dr. Ir. Yuspihana Fitrial S.Pi. dalam keterangannya menyampaikan urgensi dari pelaksanaan program inovatif ini. Beliau menekankan bahwa diversifikasi produk merupakan kunci utama agar komoditas perikanan lokal dapat diserap secara maksimal di tingkat rumah tangga.

“Melalui program DWA ini, kami ingin memberikan solusi konkret bagi para ibu rumah tangga dalam menyajikan makanan bergizi untuk keluarga. Produk Bola-Bola Nasi Ikan ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi aspek kecukupan gizi, melainkan juga untuk meningkatkan daya tarik konsumsi ikan pada anak-anak melalui bentuk penyajian yang modern dan disukai,” ujarnya dalam sela-sela kegiatan pelatihan.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif. Tidak hanya memaparkan materi secara teoritis mengenai pentingnya gizi ikan dan higiene sanitasi pengolahan pangan, tim dosen FPIK ULM juga menggelar sesi demonstrasi memasak (cooking demo) secara langsung.

Para peserta pelatihan yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu setempat diajak untuk mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari proses pemilihan bahan baku ikan yang segar, pemisahan daging dari duri, pencampuran adonan dengan nasi dan bumbu alami, pembentukan bulatan, hingga teknik penggorengan yang tepat agar kandungan nutrisi di dalamnya tidak rusak.

Narasumber juga menambahkan bahwa pemilihan komoditas ikan sebagai bahan baku utama dalam program ini sengaja memanfaatkan potensi perikanan lokal yang melimpah dan mudah didapatkan oleh masyarakat dengan harga terjangkau. Hal ini menjamin keberlanjutan (sustainability) dari penerapan ilmu yang telah diberikan, sehingga masyarakat dapat memproduksinya secara mandiri di rumah, atau bahkan mengembangkannya menjadi ide bisnis rumahan (UMKM).

“Kami melihat potensi perikanan kita sangat besar, namun pemanfaatannya di tingkat keluarga sering kali terbentur pada kreativitas pengolahan. Kami berharap, setelah pelatihan ini selesai, para peserta tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mengimplementasikannya sebagai menu harian keluarga guna mencegah stunting, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis diversifikasi hasil perikanan,” tambah perwakilan tim dosen tersebut saat memberikan motivasi kepada peserta.

Secara terpisah, pimpinan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi para dosen dalam menjalankan salah satu pilar Tridharma Perguruan Tinggi ini. Program DWA diharapkan dapat terus bergulir dengan mengangkat tema-tema inovatif lainnya yang berbasis pada penyelesaian masalah riil di tengah masyarakat Kalimantan Selatan.

Melalui hilirisasi riset dan produk inovasi seperti “Bola-Bola Nasi Ikan” ini, FPIK ULM berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan kampanye gemar makan ikan (Gemarikan) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi produk bersama, di mana hasil olahan bola-bola nasi ikan karya para peserta diuji secara organoleptik (rasa, tekstur, dan aroma). Respons yang didapatkan sangat positif, ditandai dengan antusiasme peserta yang tinggi untuk segera mempraktikkan resep baru tersebut di dapur masing-masing.

(humas_fpik)

Blog Attachment
en_USEnglish