FPIK ULM Hadiri Pertemuan Ke-1 FKPTPK Tahun 2026 di Bali, Siap Perkuat Kurikulum Nasional Berdampak dan Strategi Akreditasi


Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan mutu pendidikan tinggi maritim di Indonesia dengan menghadiri Pertemuan ke-1 Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia Tahun 2026. Pertemuan berskala nasional yang berlangsung dari Senin hingga Jumat, 18 hingga 22 Mei 2026 tersebut diselenggarakan di Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana, Bali, yang bertindak sebagai tuan rumah. Delegasi resmi dari FPIK ULM dihadiri langsung oleh Dekan FPIK ULM, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP, bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Ira Puspita Dewi, S.Kel., M.S. Kehadiran unsur pimpinan puncak fakultas ini menegaskan posisi strategis FPIK ULM dalam merumuskan arah kebijakan kurikulum dan tata kelola program studi kelautan serta perikanan di tingkat nasional bersama ratusan institusi tinggi lainnya se-Indonesia.
Pertemuan penting tahun ini mengusung tema “Penguatan Kurikulum Nasional Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan FKP dalam Mendukung Transformasi Pendidikan Tinggi Berdampak”. Fokus utama agenda difokuskan pada penguatan implementasi kurikulum berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) berdampak serta strategi adaptif prodi dalam menghadapi tantangan sistem akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP). Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan arah pendidikan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus menjawab berbagai isu krusial seperti penurunan minat generasi muda di sektor kelautan dan perikanan nasional.

Di sela-sela kegiatan, Dekan FPIK ULM, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP, menyampaikan pandangan serta sambutan hangatnya mengenai relevansi agenda FKPTPK kali ini. Beliau menekankan bahwa transformasi kurikulum bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan demi menghadapi dinamika global. Menurut Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP, penguatan kurikulum nasional perikanan dan kelautan yang dibahas dalam forum ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan sektor industri maritim. Beliau menambahkan bahwa FPIK ULM sangat siap mengintegrasikan hasil rumusan forum ini ke dalam sistem pembelajaran di kampus, agar para mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi biru yang berkelanjutan. Selain itu, dengan adanya pembekalan strategi akreditasi melalui LAM-PTIP, beliau optimis seluruh program studi di bawah naungan FPIK ULM dapat terus meningkatkan mutu manajemen pendidikan dan mempertahankan standar mutu tertinggi.
Rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari tersebut dikemas secara padat dan komprehensif. Dimulai pada hari pertama dengan kedatangan para delegasi dari berbagai penjuru tanah air, hari kedua dilanjutkan dengan pembukaan megah di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana yang dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional khas Bali. Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Bali bersama jajaran rektorat dan pimpinan FKPTPK Indonesia. Pada hari yang sama, materi inti langsung dipaparkan oleh para pakar, termasuk pengarahan mengenai IKU Berdampak oleh Dirjen Dikti serta diskusi panel interaktif bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengenai pembangunan ekonomi biru berkelanjutan.
Hari ketiga diisi dengan agenda teknis yang melibatkan seluruh pimpinan program studi untuk merumuskan umpan balik kurikulum nasional kelautan dan perikanan, diskusi internal, serta pelaksanaan Musyawarah Nasional FKPTPK Indonesia untuk membahas AD/ART serta keberlanjutan kepengurusan organisasi. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Bali turut menyambut para peserta melalui jamuan Gala Dinner resmi di Kediaman Gubernur Jayasabha, Denpasar. Tidak berhenti pada pembahasan teori dan administrasi, pada hari keempat seluruh peserta turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan aksi nyata Pengabdian Kepada Masyarakat. Aksi nyata ini diwujudkan melalui kegiatan susur dan bersih-bersih di Pantai Tegal Wangi serta Pantai Muaya, yang ditutup dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) demi memastikan keberlanjutan program kerja pasca-pertemuan. Seluruh rangkaian acara resmi berakhir pada hari Jumat seiring dengan kepulangan para peserta ke daerah masing-masing. Dengan partisipasi aktif dalam FKPTPK 2026 ini, FPIK ULM optimis dapat terus bersinergi dalam memperkuat jejaring kelembagaan demi kemajuan maritim Indonesia.

(humas_fpik)
