Dorong Standar Mutu Perikanan, FISHMAR-ULM Sukses Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Budidaya Ikan dan Udang

tabalong

BANJARBARU – Dalam upaya strategis mendukung akselerasi pembangunan sektor perikanan budidaya yang berdaya saing tinggi serta berbasis pada standardisasi mutu SDM nasional, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong menjalin kerja sama dengan FISHMAR-ULM Training Center dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan “Training dan Uji Sertifikasi Kompetensi Klaster Budidaya Ikan dan Udang” yang berlangsung secara intensif selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 10 hingga 12 Juni 2026.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh krusialnya pengakuan kompetensi profesional bagi para aparatur negara dan pelaku utama perikanan di daerah. Berdasarkan Surat DKP3 Kabupaten Tabalong Nomor B-76/DKP3/000/VI/2026, kemitraan ini secara resmi ditujukan untuk mencetak tenaga teknis yang memiliki kualifikasi unggul dalam pengelolaan komoditas budidaya perikanan air tawar dan payau. Agenda utama dilaksanakan secara variatif, menggabungkan metode pendalaman teori di dalam kelas, peninjauan lapangan (field trip), serta proses asesmen atau uji kompetensi riil yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP).

Dekan FPIK ULM sekaligus narasumber utama dalam kegiatan ini, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP., menyampaikan pandangan mendalam mengenai urgensi kolaborasi ini saat diwawancarai secara terpisah.

“Peningkatan kapasitas dan standardisasi kompetensi merupakan kunci mutlak agar sektor akuakultur kita mampu merespons tantangan pasar global serta perubahan iklim yang dinamis. Melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar BNSP ini, kami di universitas berkomitmen mentransfer hilirisasi iptek perikanan langsung kepada aparatur dinas dan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di daerah. Kami berharap ilmu dan pengakuan formal yang diperoleh para peserta dapat diimplementasikan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi sektor perikanan di Kabupaten Tabalong.”

Pada hari pertama, Rabu, 10 Juni 2026, kegiatan pelatihan dibuka secara resmi dan dipusatkan di Ruang Sidang 3 Lantai 3 Gedung 1 FPIK ULM, Banjarbaru. Diikuti oleh 10 peserta pilihan yang terdiri dari penyuluh, aparatur DKP3 Tabalong, dan pelaku usaha strategis, sesi teoretis diisi oleh para akademisi sekaligus praktisi senior FPIK ULM. Tiga materi utama dipaparkan secara komprehensif guna memberikan landasan ilmiah yang kuat yaitu Budidaya Udang Vanname di Tambak oleh Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP., yang membedah mengenai manajemen tata letak tambak, pemilihan benur unggul, serta strategi adaptasi teknologi pemeliharaan intensif. Kemudian ada materi terkait Manajemen Pakan dalam Pengelolaan Tambak Ikan dan Udang untuk Keperluan Usaha Budidaya oleh Dr. Hj. Indira Fitriliyani, S.Pi., M.Si., yang menekankan pada teknik efisiensi Feed Conversion Ratio (FCR) guna memangkas biaya operasional produksi tanpa menurunkan kualitas nutrisi hasil panen. Dan yang terakhir materi mengenai Manajemen Kesehatan Patogen Ikan/Udang oleh Dr. Siti Aisiah, S.Pi., M.P., yang memberikan pemahaman mendalam terkait deteksi dini penyakit, biosekuriti lingkungan budidaya, serta penanganan patogen secara organik dan aman bagi lingkungan.

Memasuki hari kedua, Kamis, 11 Juni 2026, kegiatan bergeser ke arah penguatan aspek praktis melalui kunjungan lapangan (field trip) edukatif. Lokasi pertama yang dituju adalah UPTD Perikanan Budidaya dan Kesehatan Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan yang berlokasi di Karang Intan, Kabupaten Banjar. Di sana, peserta melihat langsung standardisasi pengujian mutu air dan pengelolaan induk ikan. Perjalanan dilanjutkan menuju sentra budidaya perikanan modern di Karamba Banua Anyar, Banjarmasin, guna mempelajari dinamika tata niaga serta manajemen pemeliharaan sistem karamba di perairan umum.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Nursalam, S.Kel., M.S, mengutarakan rasa syukurnya atas kelancaran agenda lapangan ini.

“Pelatihan ini didesain tidak hanya sekadar memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga memadukan wawasan lapangan yang konkret melalui studi kasus riil di UPTD Karang Intan dan Karamba Banua Anyar. Kami sangat mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta pembudidaya dan jajaran dinas. Seluruh kendala teknis di lapangan dapat dimitigasi dengan baik berkat kerja keras kepanitiaan bersama. Melalui uji sertifikasi yang dilakukan pasca-pelatihan, kami memastikan bahwa luaran dari program kerja sama ini benar-benar melahirkan SDM yang terukur dan kompeten di bidangnya.”

Puncak sekaligus penentu dari rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, melalui proses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Mandiri Tahun 2026 yang difasilitasi penuh di Laboratorium Basah FPIK ULM. Tahapan pengujian berlangsung ketat dan objektif, meliputi proses verifikasi berkas kepesertaan, pelaksanaan asesmen kompetensi berbasis uji tulis dan lisan, wawancara mendalam, observasi demonstrasi keterampilan praktik, hingga pengisian dokumen rekapitulasi asesmen.

Bertindak sebagai Tim Asesor Profesional yang ditunjuk oleh LSP-KP untuk menilai kompetensi para peserta secara langsung adalah Dr. Ir. Agussyarif Hanafie, M.Si., Dr. Ir. H. Pahmi Ansyari, M.S., dan Dr. Slamat, S.Pi., M.Si.

Berdasarkan evaluasi rekapitulasi tim asesor, seluruh tahapan uji kompetensi terlaksana dengan sukses sesuai dengan standar operasional prosedur baku. Acara resmi ditutup dengan penyerahan berkas hasil evaluasi kegiatan. Melalui sinergitas berkelanjutan ini, FPIK ULM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak dan pusat keunggulan (center of excellence) dalam mencetak SDM unggul demi kemajuan perikanan dan kelautan di wilayah Kalimantan Selatan maupun secara nasional.

(Humas_FPIK)

Blog Attachment
en_USEnglish