Solusi Cerdas Atasi Limbah, Mahasiswa ULM Kenalkan Maggot ke Warga

maggot (2)

Tanah Bumbu – Mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik FPIK Berdampak dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), melaksanakan kegiatan edukasi budidaya maggot di Desa Binawara, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memperkenalkan inovasi berbasis teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di kawasan pasar mingguan Desa Binawara dan dihadiri oleh sejumlah warga, terutama dari kalangan peternak dan pemuda desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF), atau yang dikenal sebagai maggot, sebagai alternatif pengelolaan limbah organik yang efisien sekaligus sumber pakan ternak berkualitas tinggi.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi budidaya maggot sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru yang berkelanjutan,” jelas Solihin, selaku juru bicara kelompok mahasiswa KKN ULM, Jumat (1/8/2025).

Solihin menambahkan, budidaya maggot tidak hanya berperan dalam mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga dan limbah pasar, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan oleh peternak unggas dan ikan sebagai pakan alternatif. Kandungan protein tinggi dalam maggot menjadikannya substitusi pakan komersial yang lebih hemat biaya dan mudah diperoleh.

Sebagai bagian dari pendekatan praktik langsung, mahasiswa turut mengajak peserta untuk menyaksikan secara rinci proses budidaya maggot, mulai dari pembuatan media pembiakan, teknik perawatan, hingga pemanenan dan pemanfaatan hasil produksi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan komitmen beberapa warga untuk mulai mencoba budidaya maggot secara mandiri.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa. Inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor peternakan,” ungkap Mukhtar, Sekretaris Desa Binawara.

Program ini merupakan bagian dari strategi KKN Tematik FPIK ULM yang menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal dengan pendekatan ilmiah, aplikatif, dan berorientasi pada dampak nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Binawara dapat menjadi pionir dalam penerapan teknologi pengelolaan limbah organik berbasis maggot di wilayah pedesaan Kalimantan Selatan.

Dengan edukasi yang berkelanjutan dan pendampingan yang tepat, inovasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu mendorong terciptanya peluang ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

(humas_fpik)

Blog Attachment
en_USEnglish