Kuliah Umum Dies Natalis ke-67 ULM: Diskusi Ilmiah tentang Masterplan Kawasan Mangrove

kuliah umum diskusi ilmiah

Banjarbaru — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ULM ke-67 pada Sabtu, 20 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 3 FPIK ULM dan mengusung tema “Diskusi Ilmiah dalam Rangka Dies Natalis Universitas Lambung Mangkurat ke-67”.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor ULM Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU, yang menekankan pentingnya inovasi riset dan pengembangan kawasan mangrove sebagai wujud nyata kontribusi ULM dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Sambutan juga disampaikan oleh Dekan FPIK ULM, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP, yang mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah Dies Natalis universitas. “Melalui forum ilmiah seperti ini, kita dapat membuka ruang diskusi yang bermanfaat dan menghasilkan gagasan-gagasan konstruktif bagi keberlanjutan kawasan pesisir,” ucap beliau.

Kuliah umum menghadirkan empat narasumber yang menyampaikan perspektif keilmuan masing-masing. Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA., memaparkan Overview “Masterplan Kawasan Mangrove Universitas Lambung Mangkurat Berbasis Edu-Wana-Mina-Wisata”. Dalam paparannya ia menekankan, “Edu-wana-mina-wisata merupakan konsep integratif yang dapat menggabungkan aspek pendidikan, konservasi hutan, perikanan, dan pariwisata dalam satu kawasan berkelanjutan.”

Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc., dengan topik “Perspektif Pengembangan Wanamina (Silvo-Fishery) pada Lokasi Tapak Masterplan”. Ia menyoroti pentingnya pendekatan silvofishery yang ramah lingkungan. “Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan sistem wanamina yang menjaga keseimbangan ekologi dan produktivitas perikanan,” jelasnya.

Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D., dalam pemaparannya mengenai “Perspektif Pengembangan Budidaya KJA pada Lokasi Tapak Masterplan” menekankan peluang ekonomi dari budidaya berbasis keramba jaring apung. “Dengan manajemen yang tepat, KJA dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi biru sekaligus menjaga kelestarian sumber daya pesisir,” paparnya.

Terakhir, Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc., menyampaikan materi “Perspektif Perikanan Tangkap pada Lokasi Tapak Masterplan”. Beliau menekankan bahwa pengembangan perikanan tangkap harus mempertimbangkan prinsip keberlanjutan. “Potensi tangkap di kawasan ini harus dikelola dengan bijak agar dapat mendukung ketahanan pangan tanpa merusak ekosistem,” tutur beliau.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber. Hal ini membuka ruang dialog akademik yang konstruktif serta memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai prospek pengelolaan kawasan mangrove berbasis multidisiplin.

Melalui kuliah umum ini, ULM tidak hanya memperingati Dies Natalis ke-67, tetapi juga menegaskan komitmen dalam mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang kelautan serta lingkungan pesisir yang berkelanjutan.

(humas_fpik)

Blog Attachment
en_USEnglish