Implementasi Pembelajaran Kontekstual, Mahasiswa Perikanan Tangkap Laksanakan Praktik Lapang di Kuala Tambangan

Tanah Laut — Mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada tanggal 26 Oktober 2025 di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan, yaitu angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025, serta didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Program Studi Perikanan Tangkap.
Kegiatan praktik lapang ini merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang menekankan keterpaduan antara teori dan praktik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dan membandingkannya dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk memahami secara langsung keadaan sosial, ekonomi, serta problematika yang dihadapi masyarakat nelayan di wilayah pesisir.
Desa Kuala Tambangan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena wilayah ini merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki karakteristik sumber daya perairan pesisir yang potensial. Melalui kunjungan langsung ke lokasi ini, mahasiswa diharapkan dapat mengenal lebih dalam teknik penangkapan ikan, jenis alat tangkap yang digunakan, kondisi armada perikanan, serta aspek keberlanjutan kegiatan perikanan di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap, Ir. Irhamsyah, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan praktik lapang merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa agar dapat memahami dunia perikanan tangkap secara komprehensif, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga sosial dan lingkungan.
“Melalui praktik lapang ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari kondisi nyata di lapangan, memahami dinamika kehidupan nelayan dan ekosistem perairan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir. Harapannya, mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap FPIK ULM dapat menjadi lulusan yang adaptif, profesional, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan tangkap di Indonesia,” ujar Irhamsyah.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir, yang merupakan salah satu kompetensi penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja di bidang kelautan dan perikanan.
Selain memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa, kegiatan praktik lapang ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Melalui interaksi langsung antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat nelayan, kegiatan ini turut membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.
Praktik lapang ini menjadi wujud nyata komitmen Program Studi Perikanan Tangkap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM dalam menciptakan suasana belajar yang dinamis dan aplikatif. Dengan pengalaman belajar langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, keterampilan teknis, dan empati terhadap kondisi sosial masyarakat pesisir.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan Program Studi Perikanan Tangkap FPIK ULM kepada masyarakat luas sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan dan pengembangan sektor perikanan daerah.
Dengan semangat belajar dan kolaborasi yang tinggi, mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap diharapkan dapat terus mengasah kompetensi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia di masa depan.

(humas_fpik)
