Kajian Ekosistem Pesisir di Desa Teluk Tamiang: Upaya Penguatan Kompetensi Lapangan dan Kepedulian terhadap Sumberdaya Perairan


Kotabaru — Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) kembali melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Tahun Akademik 2025/2026 pada tanggal 21 – 24 Oktober 2025 yang bertempat di Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi MSP FPIK ULM dengan tujuan utama untuk memberikan pengalaman pembelajaran langsung di lapangan sebagai bentuk implementasi dari teori-teori yang telah diperoleh selama perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara mendalam kondisi nyata sumberdaya perairan, ekosistem pesisir, serta dinamika sosial dan ekonomi masyarakat nelayan di kawasan tersebut.
Selama pelaksanaan praktik lapang, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan ilmiah dan pengamatan lapangan, meliputi survei kondisi lingkungan perairan, pengambilan sampel air, identifikasi jenis organisme akuatik, serta analisis potensi sumberdaya perikanan lokal. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat pesisir guna menggali informasi mengenai praktik perikanan tradisional, permasalahan yang dihadapi nelayan, serta potensi pengembangan berkelanjutan yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Deddy Dharmaji, S.Pi., MS., menyampaikan bahwa kegiatan praktik lapang ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan di Program Studi MSP yang berorientasi pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
“Kegiatan praktik lapang ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap teori yang telah diajarkan di kelas, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan. Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan perikanan dan lingkungan perairan, sekaligus mengasah kemampuan analisis dan penyusunan solusi ilmiah yang aplikatif,” ujar bapak Deddy Dharmaji.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir, khususnya dalam pengelolaan sumberdaya perairan yang berkelanjutan.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat memperkuat hubungan kemitraan antara program studi dan masyarakat lokal, sehingga ilmu yang dikembangkan di kampus dapat memberi manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan di daerah pesisir Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Praktik Lapang 2025 ini, mahasiswa MSP FPIK ULM diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalnya, sekaligus memperluas wawasan tentang kondisi ekosistem perairan dan tantangan pengelolaannya. Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan perairan yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, kegiatan praktik lapang ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap keberlanjutan sumberdaya perairan Indonesia.

(humas_fpik)
