Inovasi “Lampin Kuning”: Langkah Nyata Dosen THP FPIK ULM Merajut Gizi Mencegah Stunting


Tanah Laut, 24 Mei 2026 – Masalah stunting atau tengkes masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Kalimantan Selatan. Merespons persoalan krusial tersebut, civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus bergerak nyata memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, tim dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), meluncurkan sebuah inovasi produk pangan lokal yang sarat akan nilai gizi. Produk inovatif yang diperkenalkan tersebut diberi nama “Lampin Kuning”.
Inovasi ini sengaja dirancang untuk memanfaatkan potensi komoditas pangan lokal yang melimpah sekaligus menjadi alternatif solusi intervensi gizi bagi anak-anak dan ibu hamil guna menekan angka stunting secara efektif.
“Lampin Kuning” merupakan produk olahan kreatif yang memadukan bahan baku lokal kaya nutrisi. Penggunaan nama “Lampin Kuning” sendiri sangat lekat dengan kearifan lokal, menjadikannya lebih familier di telinga masyarakat Banjar, sekaligus membawa filosofi kehangatan dan perlindungan bagi tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya saat kegiatan pengabdian masyarakat, perwakilan tim dosen THP FPK ULM menjelaskan bahwa formula produk ini dirancang khusus agar dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien anak pada masa pertumbuhan emas (golden age). Kombinasi komoditas perikanan dan bahan pangan lokal berkarotenoid tinggi menjadi kunci utama di balik keunggulan produk ini.

Ketua Tim Pengabdi, Ibu Ir. Rabiatul Adawyah M.P menegaskan bahwa edukasi langsung ke masyarakat merupakan pilar penting dalam keberhasilan program penuntasan stunting. Produk pangan yang hebat tidak akan berdampak optimal jika tidak dibarengi dengan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pola pengasuhan gizi yang benar.
“Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) ini menjadi jembatan bagi kami, para akademisi, untuk mentransfer hasil riset di laboratorium ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui produk ‘Lampin Kuning’ ini, kami ingin membuktikan bahwa pangan sehat, bergizi tinggi, dan mampu mencegah stunting tidak harus mahal, melainkan bisa diolah secara mandiri dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita,” ujar salah satu dosen narasumber dari tim THP ULM dalam sambutannya.
Beliau juga menambahkan bahwa kebiasaan konsumsi ikan dan pangan lokal harus terus digalakkan sejak dini.
“Ikan memiliki kandungan protein dan omega-3 yang sangat tinggi, yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fisik anak. Dengan mengolahnya menjadi ‘Lampin Kuning’ yang menarik dari segi tampilan dan rasa, kami berharap anak-anak menjadi lebih gemar mengonsumsi pangan sehat sehingga risiko stunting dapat kita minimalisir bersama,” lanjutnya.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan “Lampin Kuning” ini dihadiri dengan antusias oleh para ibu rumah tangga, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat. Peserta tidak hanya diberikan materi teori seputar stunting, melainkan juga diajak langsung mempraktikkan proses pengolahan hidangan ini dengan standar higienis yang baik.
Pihak fakultas berharap, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak berhenti sebatas seremonial semata, melainkan dapat menumbuhkan kemandirian pangan di tingkat keluarga. Selain mampu memperbaiki status gizi keluarga, keterampilan mengolah “Lampin Kuning” juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha mikro bagi kelompok ibu-ibu setempat demi mendongkrak perekonomian keluarga.
Dengan terlaksananya program PDWA ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan kesehatan generasi masa depan bangsa.

(Humas_FPIK)
