{"id":2639,"date":"2025-02-18T08:57:23","date_gmt":"2025-02-18T01:57:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/?p=2639"},"modified":"2025-02-18T08:57:25","modified_gmt":"2025-02-18T01:57:25","slug":"fpik-ulm-ramaikan-panen-15-ton-papuyu-di-karang-intan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/2025\/02\/18\/fpik-ulm-ramaikan-panen-15-ton-papuyu-di-karang-intan\/","title":{"rendered":"FPIK ULM Ramaikan Panen 1,5 Ton Papuyu di Karang Intan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Karang Intan, Kabupaten Banjar<\/strong> \u2014 Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, menjadi saksi keberhasilan kelompok budidaya ikan &#8220;Tabulihin&#8221; yang berhasil memanen 1,5 ton ikan papuyu pada Sabtu, 15 Februari 2025. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM), Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hj. Indira Fitriliyani, S.Pi., M.Si., turut berhadir dalam acara panen raya ini bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, S.Pi., M.Si, serta aparat desa dan anggota kelompok Pokdakan Tabulihin.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2641\" srcset=\"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-2048x1536.jpeg 2048w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-16x12.jpeg 16w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-340x255.jpeg 340w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-11.37.54-250x188.jpeg 250w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Sipliansyah mengapresiasi kerja keras dan dedikasi kelompok ini dalam mengembangkan budidaya ikan papuyu. Ia menekankan pentingnya sektor perikanan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pedesaan. \u201cBudidaya ikan papuyu merupakan bagian dari Program Gerbang Kakapayu yang tersebar di 10 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karang Intan dan Kecamatan Martapura Barat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok &#8220;Tabulihin&#8221; sendiri telah menjalankan usaha ini sejak 2019 dan telah berhasil membangun struktur yang solid. Sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah, masing-masing Pokdakan mendapatkan bantuan berupa 20 ribu ekor benih ikan papuyu, 72 karung pakan, 3 pakan starter, serta perlengkapan budidaya lainnya. Benih ikan papuyu di Desa Karang Intan ditebar pada 13 Agustus 2024, dan panen pertama ini menghasilkan produk dengan harga yang menguntungkan: Grade A seharga Rp100 ribu per kilogram, Grade B seharga Rp50-60 ribu per kilogram, dan Grade C seharga Rp25-30 ribu per kilogram.<\/p>\n\n\n\n<p>Pakan yang digunakan mencapai sekitar 105 sak, yang semakin memperlihatkan potensi ekonomi yang menjanjikan dari budidaya ikan papuyu. Menurut Sipliansyah, keberhasilan panen ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi bagi pembudidaya lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2640\" srcset=\"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-2048x1536.jpeg 2048w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-16x12.jpeg 16w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-340x255.jpeg 340w, https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-10.48.20-250x188.jpeg 250w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkomitmen mendukung sektor perikanan dengan memberikan bantuan, pelatihan, dan pendampingan teknis kepada pembudidaya ikan papuyu. Diharapkan, dengan langkah-langkah strategis ini, Kampung Papuyu di Kabupaten Banjar dapat semakin berkembang menjadi pusat perikanan budidaya berbasis potensi ikan lokal, termasuk harapan agar bermanfaat untuk bidang pendidikan khususnya di sektor perikanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, dengan semakin luasnya pasar dan inovasi dalam budidaya ikan.<\/p>\n\n\n\n<p>(<em>humas_fpik<\/em>)<\/p>\n<div class=\"fb-background-color\">\n\t\t\t  <div \n\t\t\t  \tclass = \"fb-comments\" \n\t\t\t  \tdata-href = \"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/2025\/02\/18\/fpik-ulm-ramaikan-panen-15-ton-papuyu-di-karang-intan\/\"\n\t\t\t  \tdata-numposts = \"4\"\n\t\t\t  \tdata-lazy = \"true\"\n\t\t\t\tdata-colorscheme = \"light\"\n\t\t\t\tdata-order-by = \"social\"\n\t\t\t\tdata-mobile=true>\n\t\t\t  <\/div><\/div>\n\t\t  <style>\n\t\t    .fb-background-color {\n\t\t\t\tbackground:  !important;\n\t\t\t}\n\t\t\t.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {\n\t\t\t    width: 320px !important;\n\t\t\t}\n\t\t  <\/style>\n\t\t  ","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karang Intan, Kabupaten Banjar \u2014 Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, menjadi saksi keberhasilan kelompok budidaya ikan &#8220;Tabulihin&#8221; yang berhasil memanen 1,5 ton ikan papuyu pada Sabtu, 15 Februari 2025. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM), Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hj. Indira Fitriliyani, S.Pi., M.Si., turut berhadir dalam acara panen raya ini bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, S.Pi., M.Si, serta aparat desa dan anggota kelompok Pokdakan Tabulihin. Dalam sambutannya, Sipliansyah mengapresiasi kerja keras dan dedikasi kelompok ini dalam mengembangkan budidaya ikan papuyu. Ia menekankan pentingnya sektor perikanan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pedesaan. \u201cBudidaya ikan papuyu merupakan bagian dari Program Gerbang Kakapayu yang tersebar di 10 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karang Intan dan Kecamatan Martapura Barat,\u201d ungkapnya. Kelompok &#8220;Tabulihin&#8221; sendiri telah menjalankan usaha ini sejak 2019 dan telah berhasil membangun struktur yang solid. Sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah, masing-masing Pokdakan mendapatkan bantuan berupa 20 ribu ekor benih ikan papuyu, 72 karung pakan, 3 pakan starter, serta perlengkapan budidaya lainnya. Benih ikan papuyu di Desa Karang Intan ditebar pada 13 Agustus 2024, dan panen pertama ini&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2642,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2643,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2639\/revisions\/2643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}