Dukung Zero Waste, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengolahan Limbah Cangkang di Tanah Bumbu

rajungan

TANAH BUMBU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik FPIK Berdampak dari Kelompok 13 yang ditempatkan di Desa Sungai Lembu, Kecamatan Kusan Hilir, menginisiasi program inovatif dalam mengolah limbah cangkang kepiting dan rajungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (31/7/2025) pukul 13.00 WITA di Kantor Desa Sungai Lembu, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Selama sebulan terakhir, para mahasiswa terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, sekaligus merancang program kerja yang berfokus pada pendekatan ramah lingkungan. Salah satu isu yang mereka soroti adalah limbah cangkang hasil industri rumah tangga pengolahan kepiting dan rajungan yang selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dengan konsep zero waste, mereka mengajak masyarakat untuk melihat potensi ekonomis dari limbah tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu H. Akhmad Rozain, Camat Kusan Hilir Amirullah, Kepala Desa Sungai Lembu Rusniansyah, serta Kabid Pengelolaan Hasil Perikanan Abdul Gafur Ariyasi. Selain itu, penyuluh perikanan dan warga desa juga hadir dan mengikuti acara dengan penuh perhatian.

Salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa program ini muncul dari hasil pengamatan langsung di lapangan, di mana limbah cangkang sering kali hanya ditumpuk dan dibiarkan membusuk. “Selama kami tinggal di sini, kami melihat potensi dari limbah ini cukup besar. Maka kami mulai mengedukasi warga agar bisa memanfaatkannya, tidak hanya untuk pupuk tapi juga produk bernilai tambah,” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan, H. Akhmad Rozain, menyambut baik inisiatif tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan. Menurutnya, selama ini belum ada upaya signifikan untuk mengelola limbah tersebut secara produktif. “Ini langkah awal yang patut diapresiasi. Jika dikelola serius, akan membawa manfaat bagi ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Kusan Hilir Amirullah menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas pihak. Ia menyebut keterlibatan mahasiswa sebagai bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan lewat aksi nyata. “Ide sederhana jika dijalankan bersama, akan menghasilkan dampak besar,” katanya.

Program ini juga lahir dari hasil diskusi aktif antara mahasiswa dan penyuluh perikanan yang melihat perlunya solusi atas permasalahan limbah di desa tersebut, mengingat Sungai Lembu dikenal sebagai daerah penghasil kepiting dan rajungan di Tanah Bumbu.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat mengenai pengolahan limbah cangkang menjadi berbagai produk, seperti pakan ternak, kerajinan tangan, hingga bahan makanan tambahan. Meskipun masih dalam tahap awal, program ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi pengembangan usaha berbasis limbah di masa mendatang.

Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat dalam kegiatan KKN ini, yang sejak awal telah berupaya membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi positif yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan praktik langsung yang dipandu mahasiswa, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga peninjauan contoh hasil produk olahan dari limbah cangkang tersebut.

(humas_fpik)

Blog Attachment
id_IDIndonesian