Tenoculture 2025: HIMAKUA ULM Wujudkan Aksi Nyata Pelestarian Mangrove di Pesisir Takisung

akua

Takisung — Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) kembali menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui pelaksanaan Tenoculture 7.0 Tahun 2025 yang mengusung tema “Aksi Nyata Rehabilitasi dalam Pelestarian Mangrove: Satu Aksi untuk Pesisir.” Kegiatan ini dilaksanakan di pesisir Desa Takisung, Kabupaten Tanah Laut, pada 30 Oktober 2025, dan melibatkan mahasiswa, masyarakat setempat, perangkat desa, serta para dosen pembina yang turut mendukung jalannya kegiatan. Aksi penanaman mangrove dan bersih pantai menjadi kegiatan utama yang dilaksanakan secara gotong royong, menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian ekosistem pesisir yang memiliki peran penting sebagai penopang keseimbangan lingkungan dan sumber daya perikanan.

Kegiatan Tenoculture 2025 diawali dengan sambutan dari Siti Patimah selaku Penanggung Jawab kegiatan. Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir. Mangrove bukan hanya pohon, tapi benteng alam yang melindungi kehidupan kita dari abrasi dan mendukung keberlangsungan ekosistem perikanan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh M. Iqro Nur Amin selaku Ketua Pelaksana. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan semangat kolektif seluruh panitia serta pihak-pihak yang turut berpartisipasi. Ia mengatakan, “Persiapan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, baik mahasiswa maupun masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa akuakultur tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga hadir langsung memberikan kontribusi bagi lingkungan.”

Selanjutnya, Ahmad Solihin selaku Ketua HIMAKUA ULM turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa bangga atas semangat para anggota HIMAKUA yang terus berinovasi dan peduli terhadap isu lingkungan. “Saya sangat bangga dengan semangat teman-teman HIMAKUA yang terus berinovasi dan peduli terhadap isu lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa akuakultur mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga ekosistem pesisir,” ujar Ahmad Solihin.

Sambutan juga disampaikan oleh M. Daffa Raihan selaku Wakil Ketua Tenoculture, yang menekankan peran penting generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengatakan, “Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Aksi kecil seperti penanaman mangrove dan bersih pantai bisa berdampak besar jika dilakukan secara berkelanjutan dan bersama-sama.”

Dukungan juga datang dari Bapak Siswanto, S.Pi., M.P., selaku Dosen Pembina HIMAKUA ULM. Ia turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan lapangan berbasis lingkungan seperti Tenoculture 2025. Dalam sambutannya, ia mengatakan, “Inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan berbasis lingkungan patut diapresiasi. Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu akuakultur secara nyata di lapangan.”

Kepala Desa Takisung juga memberikan sambutan hangat dan menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa ULM dalam kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa membawa dampak positif bagi Desa Takisung. Dalam sambutannya ia menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa ULM yang sudah berkontribusi untuk desa kami. Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam menjaga pesisir Takisung.”

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Mahasiswa dan warga setempat bekerja sama menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai, sekaligus melakukan aksi bersih pantai untuk membersihkan sampah plastik dan material lainnya yang berpotensi merusak ekosistem pesisir. Suasana kebersamaan dan kepedulian lingkungan sangat terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan, memperlihatkan bahwa aksi nyata pelestarian lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak desa.

Melalui kegiatan Tenoculture 2025, HIMAKUA ULM berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Mangrove sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem pesisir memiliki peran vital dalam mencegah abrasi, menjadi habitat pembesaran berbagai biota laut, serta menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat pesisir di masa yang akan datang.

(humas fpik)

Blog Attachment
id_IDIndonesian