Dari Teori ke Aksi: Mahasiswa Ilmu Kelautan FPIK ULM Kuatkan Kompetensi melalui Praktik Lapang di Tanah Bumbu

pl ikl

Tanah Bumbu – Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) kembali melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap teori-teori yang telah mereka pelajari di ruang kuliah.

Sebanyak 188 mahasiswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, didampingi oleh 8 dosen pembimbing dan 10 asisten dosen. Selain itu, kegiatan juga melibatkan perangkat Desa Sungai Dua Laut, serta mendapatkan dukungan dari Kapolsek Sungai Loban yang turut berpartisipasi dalam memberikan arahan terkait kondisi sosial dan keamanan wilayah pesisir. Kehadiran unsur pemerintah desa dan aparat keamanan ini menambah nilai kolaboratif dalam pelaksanaan kegiatan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.

Tujuan utama dari pelaksanaan praktik lapang ini adalah untuk menerapkan teori yang diperoleh di perkuliahan ke dalam situasi dan permasalahan nyata di lapangan, sekaligus meningkatkan keterampilan profesional mahasiswa dalam bidang kelautan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika lingkungan pesisir, interaksi sosial masyarakat pesisir, serta penerapan ilmu kelautan dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Mahasiswa IKL Sedang Melaksanakan Kegiatan PL

Koordinator Program Studi Ilmu Kelautan, Yulianto, ST., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan praktik lapang menjadi salah satu pilar penting dalam proses pendidikan di Ilmu Kelautan.

“Melalui praktik lapang ini, mahasiswa didorong untuk mampu berpikir kritis dan analitis terhadap kondisi lapangan yang dihadapi. Mereka tidak hanya mempelajari teknik-teknik survei atau pengamatan biota laut, tetapi juga diharapkan memahami konteks sosial dan lingkungan dari masyarakat pesisir yang menjadi objek pengabdian ilmu kelautan,” jelas beliau.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan semacam ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan.

“Praktik lapang ini tidak sekadar latihan akademik, tetapi juga pembentukan karakter profesional. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, mahasiswa belajar bagaimana menerapkan ilmu yang dimiliki untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir,” tambahnya.

Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan ini juga memperkenalkan mahasiswa pada iklim kerja profesional di bidang kelautan, yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi lapangan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan etika kerja yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

Melalui pelaksanaan Praktik Lapang Semester Ganjil 2025/2026, Program Studi Ilmu Kelautan FPIK ULM berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, dan kemampuan problem solving berbasis keilmuan kelautan. Diharapkan pula, lulusan Ilmu Kelautan FPIK ULM ke depan mampu menjadi generasi yang tangguh, inovatif, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan di Indonesia.

(humas_fpik)

Blog Attachment
id_IDIndonesian