Solusi Pengomposan Praktis: Tim KKNT-LH ULM Hadirkan Inovasi Losida dan Lomasida bagi Warga Salimuran


SALIMURAN, TANAH BUMBU – Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga terus mendapat sentuhan inovasi terapan yang praktis dan efisien. Gna menekan tumpukan limbah dapur serta sisa bahan makanan di pekarangan warga, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 12 menghadirkan inovasi pembuat kompos sederhana berupa metode Losida (Lodong Sisa Dapur) dan Lomasida (Lobang Masuk Sisa Dapur) bagi masyarakat Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan media Losida dan Lomasida ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di kawasan Desa Salimuran. Program kerja terintegrasi ini menyasar warga setempat dengan dipandu langsung oleh mahasiswa KKNT-LH ULM Kelompok 12. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memaparkan konsep teoretis pengomposan ramah lingkungan, tetapi juga meragakan secara langsung tata cara pembuatan wadah serta teknik pengoperasiannya di lapangan.
Inovasi Losida memanfaatkan pipa paralon atau wadah silinder yang ditanam sebagian ke dalam tanah dan diberi lubang-lubang kecil di bagian bawahnya, sedangkan Lomasida memanfaatkan lubang resapan khusus di pekarangan rumah. Kedua metode ini dirancang khusus untuk menampung sampah basah dapur harian, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan nasi basi. Di dalam media tersebut, sampah organik akan terurai secara alami dengan bantuan mikroorganisme tanah menjadi pupuk komposting yang kaya nutrisi bagi tanaman di sekitar pekarangan tanpa menimbulkan bau menyengat.
Hadirnya inovasi Losida dan Lomasida ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Desa Salimuran, terutama ibu-ibu rumah tangga yang merasakan langsung kemudahan dalam mengelola limbah dapur. Pihak pemerintah desa dan warga setempat memberikan apresiasi atas solusi tepat guna yang dihadirkan oleh tim KKNT-LH Kelompok 12 ULM. Melalui penerapan metode ini secara berkelanjutan, Desa Salimuran diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pengolahan sampah dari rumah serta menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih, sehat, dan asri.
(humas_fpik)
